ANALISIS TINGKAT KEBERHASILAN BUDIDAYA PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA SISTEM HIDROPONIK DAN KONVENSIONAL

Authors

  • Shinta Devi Candraningrum Universitas Gunung Kidul Author
  • Angki Intan Utami Universitas Gunung Kidul Author

Keywords:

hidroponik, konvensional, pakcoy, tingkat keberhasilan

Abstract

Budidaya pakcoy (Brassica rapa L.) umumnya dilakukan melalui sistem konvensional berbasis tanah dan sistem hidroponik yang banyak dipromosikan sebagai metode budidaya modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan tingkat kelangsungan hidup tanaman pakcoy pada kedua sistem budidaya dalam kondisi lapangan nyata. Penelitian dilaksanakan di Universitas Gunung Kidul Kampus 1 pada bulan September–November 2025 menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan, yaitu sistem hidroponik dan sistem konvensional. Media tanam yang digunakan terdiri atas cocopeat, sekam, dan pupuk kandang (1:1:1) serta tanah, sekam, dan pupuk kandang (1:1:1), dengan penyiraman manual pada wadah polibag. Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup tanaman dan gejala kegagalan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem konvensional memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi (90%) dibandingkan sistem hidroponik (70%), yang dipengaruhi oleh stabilitas media, ketersediaan air dan unsur hara, serta kemampuan tanah dalam meredam fluktuasi lingkungan. Temuan ini menunjukkan pentingnya kesesuaian sistem budidaya dengan kondisi lapangan dan kapasitas pengelolaan teknis.

Kata Kunci: hidroponik, konvensional, pakcoy, tingkat keberhasilan

References

Altieri, M. A. (2018). Agroecology: The science of sustainable agriculture (3rd ed.). Boca Raton: CRC Press.

Arsyad, S. (2010). Konservasi tanah dan air. Bogor: IPB Press.

Brady, N. C., & Weil, R. R. (2017). The nature and properties of soils (15th ed.). Boston: Pearson Education.

FAO. (2017). The future of food and agriculture: Trends and challenges. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Hardjowigeno, S. (2015). Ilmu tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.

Hidayat, R., Suryanto, P., & Widodo, R. H. (2020). Pengaruh sistem tumpangsari terhadap laju erosi dan sifat fisik tanah pada lahan miring. Jurnal Tanah dan Iklim, 44(2), 89–98.

Lal, R. (2015). Restoring soil quality to mitigate soil degradation. Sustainability, 7(5), 5875–5895. https://doi.org/10.3390/su7055875

Morgan, R. P. C. (2005). Soil erosion and conservation (3rd ed.). Oxford: Blackwell Publishing.

Muttakin, M. B., Khan, M. A. H., & Islam, M. S. (2015). Growth and yield of leafy vegetables as influenced by different growing media. International Journal of Vegetable Science, 21(2), 140–148. https://doi.org/10.1080/19315260.2013.868333

Uwuigbe, L. O., & Ajibolade, O. A. (2013). Nutrient management and growth response of vegetables in hydroponic systems. Journal of Agricultural Science, 5(12), 67–75.

Wang, Y. (2016). Hydroponic vegetable production. London: Academic Press.

Widodo, S., & Rini, D. S. (2019). Peran sistem tumpangsari dalam meningkatkan retensi air tanah pada lahan pertanian. Jurnal Konservasi Sumberdaya Lahan, 6(1), 45–53.

Willey, R. W. (1979). Intercropping—Its importance and research needs. Field Crop Abstracts, 32, 1–10.

Published

2025-12-29