FORMULASI STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BAMBU DI KAMPUNG WISATA BAMBU JETIS

Authors

  • Reo Sambodo Universitas Mercu Buana Author
  • Wafit Dinarto Universitas Mercu Buana Yogyakarta Author
  • Dian Astriani Universitas Mercu Buana Yogyakarta Author

Keywords:

Kampung Wisata, SWOT, IFE, EFE, QSP

Abstract

Dusun Jetis, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman merupakan salah satu desa yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kampung wisata. Kampung Wisata Bambu Jetis merupakan salah satu penghasil produk bambu. Melihat potensi yang dapat dikembangkan dari Kampung Wisata Bambu Jetis, program Studi Agroteknologi Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta sebagai Institusi Pendidikan khususnya dalam bidang pertanian mengupayakan strategi pengembangan bagi Kampung Wisata Bambu agar dapat melihat potensi dan ancaman melalui analisi SWOT. Data terkait analisis strategi dalam penelitian diproses secara berurutan antara lain tahapan input dengan menggunakan matrik EFE (External Factor Evaluation) dan matrik IFE (Internal Factor Evaluation) kemudian tahap pencocokan dengan matriks IE (Internal External) dan matrik SWOT serta tahap perumusan strategi menggunakan matriks Qualitative Strategic Planning (QSP). Berdasarkan hasil analisis dari penelitian terkait formulasi strategi pengembangan agribisnis bambu di Kampung Wisata Bambu Jetis adalah; Usia pengurus Kampung Wisata Bambu Jetis didominasi pada usia 50-55 tahun yaitu 75% dari total pengurus. Tingkat pendidikan tertinggi adalah SMP yaitu 50% dari total pengurus. Pekerjaan pokok tertinggi ditunjukan pada jenis pekerjaan petani yaitu 94% dari total pengurus. Pengalaman bertani menunjukan bahwa 100% pengurus memiliki pengalaman dalam Bertani, Motivasi anggota Kampung Wisata Bambu Jetis dalam melaksanakan usaha agribisnis bambu skor tertinggi ditunjukan pada pemenuhan kebutuhan fisiologis, selanjutnya pada factor pemenuhan rasa aman dan Prioritas strategi yang diambil dalam upaya pengembangan agribisnis bambu di Kampung Wisata Bambu Jetis adalah peningkatan dan penguatan branding kampung wisata bambu, prioritas strategi kedua adalah pengembangan fisik lokasi kampung wisata bambu jetis.

Kata Kunci: Kampung Wisata, SWOT, IFE, EFE, QSP

References

Farisi, & Siregar. (2020). Pengaruh Harga dan Promosi Terhadap Loyalitas Pelanggan Pengguna Jasa Transportasi Online di Kota Medan. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 148-159.

Lanak, B. (2018). Peran Perangkat Desa dalam Peningkatan Pelayanan Publik di Desa Gajahrejo, Kabupaten Malang. Malang: Universitas Kanjuruhan.

Nurwanti, D., Muhammad, A. S., & Suswaini, E. (2020). Analisis Jejaring Pelaku Pariwisata di Kabupaten Bintan: Studi pada Event Ironman Bintan. Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK), 101-115.

Panjaitan, R. Y., Suparyo, H. V., & Sunarmintyastuti, L. (2020). Perancangan Aplikasi Perpustakaan Berbasis Desktop di SMP Negeri 01 Citeureup. Jurnal Riset Dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI), 17-23.

Sahabudin. (2020). Tantangan Milenial di Desa Wisata. Tornare: Journal of Sustainable and Research, 1-5.

Sambodo, R., & Astriani, D. (2023). Analisis Strategi Pemberdayaan Kelompok Tani Melalui Pengembangan Agribisnis Budidaya Jambu Mete. Musamus Journal of Public Administration, 556-266.

Selvia, S. I., & Danasari, I. F. (2023). Strategi Pengembangan Desa Wisata Melalui Photomapping Daya Tarik Wisata dan Analisis SWOT di Desa Tetebatu. AGROTEKSOS, 33(1), 117-128.

Simbolon, D. S., Sari, J., & Purba, Y. Y. (2021). Peranan pemerintah desa dalam pembangunan infrastruktur. Jurnal Kewarganegaraan, 295-302.

Published

2026-02-13