INDEKS KESIAPAN PRODUKSI CABAI ORGANIK LAHAN KERING DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL DALAM MENDUKUNG EKSPOR KE JEPANG
Keywords:
cabai organik, indeks kesiapan produksi, lahan kering, Gunungkidul, ekspor JepangAbstract
Pengembangan cabai organik di lahan kering berpotensi meningkatkan daya saing ekspor hortikultura Indonesia, khususnya ke Jepang yang menerapkan persyaratan ketat terkait mutu, keamanan pangan, dan keberlanjutan produksi. Penelitian ini bertujuan mengukur indeks kesiapan produksi petani cabai organik lahan kering di Kabupaten Gunungkidul dalam mendukung peluang ekspor ke Jepang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Wonosari, Panggang, dan Playen dengan melibatkan 30 petani yang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman menerapkan budidaya organik minimal dua musim tanam serta tergabung dalam kelompok tani. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui analisis indeks kesiapan produksi yang mencakup lima dimensi, yaitu budidaya organik, mutu dan keamanan pangan, pengelolaan lahan dan air, pascapanen serta kontinuitas produksi, dan kelembagaan petani. Analisis dilakukan menggunakan skoring, normalisasi, dan agregasi indeks. Nilai indeks sebesar 0,67 menunjukkan kategori cukup siap. Kesiapan budidaya organik memperoleh skor tertinggi, sedangkan aspek pascapanen dan kontinuitas produksi masih menjadi kelemahan utama. Oleh karena itu, peningkatan sistem pascapanen dan penguatan kelembagaan diperlukan untuk mendukung ekspor cabai organik yang berdaya saing.
References
Abdullah, M. A. (2025). EKSPLORASI POTENSI EKONOMI LOKAL : SEBUAH ANALISIS KOMODITAS PERTANIAN UNGGULAN MELALUI METODE LOCATION QUOTIENT DAN SHIFT SHARE Exploring the Local Economic Potential : An Analysis of Leading Agricultural Commodities Using LQ and Shift Share Method. 21, 68–80.
Andhica, P., & Nasution, H. (n.d.). Strategi Diversifikasi Ekspor untuk Mengurangi Ketergantungan pada Komoditas Tunggal. 1–13.
Charlebois, S., Latif, N., Ilahi, I., Sarker, B., Music, J., & Vezeau, J. (2024). Digital Traceability in Agri-Food Supply Chains : A Comparative Analysis of OECD Member Countries. 1–29.
Cochrane, T. A., Reza, P. Z., & Bellamy, L. (2022). applied sciences An Analysis of Agricultural Systems Modelling Approaches and Examples to Support Future Policy Development under Disruptive Changes in New Zealand.
Eyinade, G. A., Mushunje, A., & Folaranmi, S. (2021). The willingness to consume organic food : A review. 0105. https://doi.org/10.1080/09540105.2021.1874885
Fitriyani, D., & Bangsa, U. P. (2025). Indonesia Economic Journal. 1(2), 454–461.
Folina, A., Kakabouki, I., Baginetas, K., & Bilalis, D. (2025). Integration of Bioresources for Sustainable Development in Organic Farming : A Comprehensive Review. 1–46.
Hadi, S., Hazmi, M., Wijaya, I., Akhmadi, A. N., & Wahyudi, M. I. (2021). Optimalisasi Ketersediaan Produk-produk Pertanian Berbasis Organic Farming Menuju Gaya Hidup Sehat melalui Sistem Pertanian Terpadu ( Optimizing the Availability of Organic Farming Farm Products Toward a Healthy Lifestyle through Integrated Farming System ). 7(1), 94–105.
Haryati, U. (2014). Teknologi Irigasi Suplemen untuk Adaptasi Perubahan Iklim pada Pertanian Lahan Kering. d, 43–57.
Hidayah, I., Zaini, M., Si, M., & Fitriani, S. P. (n.d.). PROSES PASCAPANEN TOMAT KABUPATEN BANDUNG BARAT Iqbal Hidayah PENDAHULUAN. 1–10.
Huda, S. (n.d.). Analisis beberapa faktor yang mempengaruhi ekspor non migas indonesia ke j epang. 117–124.
Idris, M. A., Ekonomi, I., Ekonomi, F., & Padjadjaran, U. (2023). Muamar Alfi Idris *. 2(2), 71–78.
Ikram, M. (2025). Assessing Food Security and Environmental Sustainability in North Africa : A Composite Indicator Approach Using Data Envelopment Analysis. 1–45.
Judhaswati, R. D., Sampang, K., Blitar, K., Probolinggo, K., Pasuruan, K., Magetan, K., Batu, K., Probolinggo, K., Sampang, K., & Timur, J. (2025). Analisis Komoditas Unggulan Hortikultura di Provinsi Jawa Timur dengan Pendekatan Location Quotient ( LQ ). November, 898–920.
Juliatmaja, A. W., & Bahari, D. I. (2021). Pemanfaatan dan optimalisasi lahan kering untuk pengembangan budidaya tanaman palawija di desa puday kecamatan wongeduku kabupaten konawe provinsi sulawesi tenggara. 2(1), 49–55.
Khalimi, F., & Kusuma, Z. (2018). ANALISIS KETERSEDIAAN AIR PADA PERTANIAN LAHAN KERING DI GUNUNGKUDUL YOGYAKARTA Analysis of Water Availability on Dryland Farming in Gunungkidul Yogyakarta. 5(1), 721–725.
Konomi, M. A. E., Mea, A. S., & Zulyanto, A. (2016). Ekspansi K ESIAPAN DALAM M ENGHADAPI E RA P ERDAGANGAN B EBAS. 8(1), 29–45.
Linda, R., & Firdaus, M. (2015). Daya Saing dan Faktor yang Memengaruhi Volume Ekspor Sayuran Indonesia Terhadap Negara Tujuan Utama. 12(3), 226–236. https://doi.org/10.17358/JMA.12.3.226
Liu, L., He, K., Qiao, Y., Fu, P., & Meng, Q. (2023). Entrepreneurship and Export Product Quality Improvement. 1–20.
Mayrowani, H. (2013). MASALAH PENGEMBANGANNYA Policies on Coffee Post-Harvest Technology Development and Its Development Issues. 31–50.
Megananda, R. C., & Puteri, E. S. (2022). Penyuluhan Penanganan Pasca Panen Kopi Robusta Pada Kelompok Tani Kopi Desa Bocek , Kabupaten Malang Post Harvest Robusta Coffee Beans Counseling in Bocek Village , Malang District ’ s Farmer Group. 3(2).
Nasution, Z. (2024). Dampak Transformasi Digital pada Agribisnis : Tantangan dan Peluang bagi Petani di Indonesia. 2.
Nur, E. (2024). Pola Spasial Pemanfaatan Lahan Pertanian Kapanewon Patuk Kabupaten Gunungkidul. 25(1).
Ramadini, K., Nurahman, A., Agribisnis, S., Pertanian, F., Tinggi, S., Pertanian, I., Business, S., Improvement, E., Sampingan, U., & Masyarakat, P. (2023). Potensi pertanian cabai merah sebagai usaha sampingan untuk meningkatkan prekonomian masyarakat di kecamatan pemulutan barat 1. 1–8.
Rodríguez-moreno, V. M., & Ruíz-corral, J. A. (2024). The Government ´ s role in Sustainable Food Chains . Facing the climate change. 7(3), 157–176. https://doi.org/10.26502/jfsnr.2642-11000016
Sacchi, G., Romanello, L., & Canavari, M. (2024). The future of organic certification : potential impacts of the inclusion of Participatory Guarantee Systems in the European organic regulation. 3. https://doi.org/10.1186/s40100-023-00294-3
Sayuran, P., Kathulistiwa, I., Sonjaya, F., Ramadhan, A. G., Pamela, V. Y., & Najah, S. (2025). Budidaya Cabai sebagai Komoditas Unggulan : Peluang , di Banjar Agung , Provinsi Banten Chili Cultivation as a Leading Commodity : Opportunities , Obstacles , and Horticultural Vegetable Development Strategies in Banjar Agung , Banten Province. 9(2).
Sembiring, A., Basuki, R. S., Rosliani, R., & Rahayu, S. T. (2021). F armers ’ challenges on chili farming in the acid dry land : A case study from Pasir Madang- Bogor Regency , Indonesia. 03010.
Septiadi, D., Made, N., & Sari, W. (2020). Analisis Permintaan Konsumsi Cabai Rawit pada Rumah Tangga di Kota Mataram. 5(2502), 36–39.
Septiana, S., Alberto, J., & Wahyuni, L. (2026). Pelatihan Manajemen Kelembagaan Kelompok Tani di Kecamatan Bengkayang Kabupaten Bengkayang Pendahuluan. 6(1), 149–155.
Swastika, D. K. S. (2011). PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI Farmers · Groups Empowerment as an Initial Step to Farmers · Welfare Improvement Khusus ( Insus ) tahun 1979 , Supra Insus tahun 1986 / 87 , peran kelompok tani ketua kelompoknya . tani pada satu wilayah administratif ( desa ) atau dikenal dengan istilah Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ). Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor tani yang melakukan usaha agribisnis di atas prinsip kebersamaan dan kemitraan anggotanya dan petani lainnya ( Syahyuti , 2007 ). Karena itu , Gabungan Kelompok. 1, 371–390.
Thoyibah, D. R., Sukmaningrum, A., Salehawati, N., Halal, F. I., Nahdlatul, U., Yogyakarta, U., Pangan, K., & Madiun, K. (2025). Analisis Residu Pestisida Pangan Segar Asal Tumbuhan ( PSAT ) dalam Mendukung Ketahanan Pangan Kota Madiun. November, 1320–1332.
Trade, P., Study, C., Indonesia, O. F., & With, S. T. (2025). JICN : Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara PERTANIAN ( STUDI KASUS PERDAGANGAN INDONESIA DENGAN JEPANG ) ANALYSIS OF OPPORTUNITIES AND THREATS / CHALLENGES IN AGRICULTURAL JICN : Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara. 4042–4050.
Tsurayya, S. (2015). KELEMBAGAAN DAN STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING KOMODITAS CABAI Kabupaten garut. 12(1), 1–13. https://doi.org/10.17358/JMA.12.1.1
Wahyuti, P. Y., & Mayantika, H. (2025). Integrasi Smart Agriculture untuk Peningkatan Penyimpanan Air dan Mitigasi Kekeringan. 4(4), 7162–7168.
Wisnujati, N. S. (2021). No Title. 21(1), 18–29.
Yudha, E. P., Vanessa, G. C., Pertanian, F., & Padjadjaran, U. (2022). ANALISIS KINERJA EKSPOR CABAI HIJAU DI INDONESIA PERFORMANCE ANALYSIS OF GREEN CHILLIES EXPORTS. 10(September), 340–345.


